5 Rekomendasi Software Akuntansi Untuk Industri Manufaktur
Industri manufaktur memiliki kebutuhan akuntansi yang lebih kompleks dibandingkan bisnis jasa atau perdagangan. Oleh karena itu, perhitungan biaya produksi, pengelolaan persediaan, dan akurasi keuangan membutuhkan sistem yang benar-benar dirancang untuk proses produksi.
Karena tidak semua software akuntansi mampu menjawab kebutuhan tersebut, pemilihan sistem yang tepat menjadi langkah penting. Berdasarkan praktik terbaik dan pengalaman implementasi, berikut 4 rekomendasi software akuntansi untuk industri manufaktur yang dapat membantu meningkatkan akurasi data dan kualitas pengambilan keputusan.
Apa Itu Software Akuntansi Manufaktur?
Software akuntansi manufaktur adalah sistem yang membantu perusahaan mengelola keuangan dan proses produksi secara terintegrasi, sehingga data operasional dapat langsung diterjemahkan menjadi laporan keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan.
Dalam industri manufaktur, penggunaan software akuntansi yang tepat bukan sekadar pendukung administrasi, melainkan fondasi penting untuk menjaga kelancaran operasional dan akurasi perhitungan biaya.
Tanpa sistem yang dirancang khusus untuk manufaktur, perusahaan berisiko menghadapi kesalahan costing, keterlambatan pencatatan transaksi, hingga kurangnya visibilitas terhadap piutang dan persediaan, yang pada akhirnya dapat berdampak pada profitabilitas dan kepercayaan bisnis.
Apa Manfaat Menggunakan Software Akuntansi Manufaktur?
Dalam praktik implementasi, manfaat penggunaan software akuntansi manufaktur biasanya sudah terasa sejak bulan-bulan awal, terutama pada tim keuangan dan operasional.
Manfaat utama yang paling sering dirasakan antara lain:
- Proses closing bulanan jauh lebih cepat karena pencatatan dan rekonsiliasi dilakukan otomatis.
- Akurasi costing meningkat, mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead produksi.
- Satu sumber data terpusat untuk keuangan, persediaan, dan produksi sehingga minim perbedaan angka.
- Beban kerja administratif berkurang, memungkinkan tim fokus pada analisis dan pengambilan keputusan.
Dengan manfaat tersebut, software akuntansi manufaktur tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membantu manajemen memperoleh visibilitas yang lebih jelas terhadap kinerja bisnis secara keseluruhan.
5 Software Akuntansi Keuangan Terbaik dalam Industri Manufaktur
Setiap perusahaan manufaktur memiliki kebutuhan dan tingkat kompleksitas yang berbeda. Oleh karena itu, tidak ada satu software akuntansi yang paling benar untuk semua bisnis. Berikut 4 software akuntansi keuangan yang paling umum dan efektif digunakan dalam industri manufaktur, masing-masing dengan karakteristik dan keunggulannya:
1. SAP Business One

SAP Business One adalah software yang sering dipilih oleh perusahaan manufaktur yang ingin membangun sistem akuntansi dan operasional yang lebih terstruktur. Dengan modul manufaktur yang solid, solusi ini mendukung pelacakan biaya produksi, pengelolaan Bill of Materials (BOM), serta perencanaan produksi secara terintegrasi.
Untuk kebutuhan operasional yang lebih kompleks, SAP S/4HANA digunakan oleh perusahaan manufaktur skala menengah hingga besar yang membutuhkan integrasi dan analisis data secara real time di seluruh proses bisnis. Keduanya menawarkan stabilitas sistem dan integrasi antar modul yang kuat, meskipun implementasinya memerlukan perencanaan matang dan investasi yang signifikan.
2. Acumatica

Acumatica biasa dipilih oleh perusahaan manufaktur yang membutuhkan fleksibilitas tinggi dan visibilitas real time terhadap operasional bisnis. Dengan modul manufaktur yang komprehensif, Acumatica mendukung pengelolaan Bill of Materials (BOM), perencanaan produksi, pelacakan biaya, serta manajemen inventaris dalam satu sistem terintegrasi.
Keunggulan Acumatica terletak pada arsitektur berbasis cloud dan model lisensi yang fleksibel, sehingga memudahkan skalabilitas seiring pertumbuhan bisnis. Meski implementasinya tetap memerlukan perencanaan yang matang, banyak perusahaan manufaktur melihat Acumatica sebagai solusi ERP yang adaptif dan efisien untuk mendukung operasional jangka panjang.
3. Odoo

Odoo dikenal sebagai platform ERP open-source yang menawarkan fleksibilitas tinggi melalui pendekatan modular. Perusahaan dapat memulai dengan modul akuntansi dan manufaktur, lalu menambahkan modul lain sesuai dengan kebutuhan dan kompleksitas operasional.
Keunggulan utama Odoo terletak pada kemampuan kustomisasi dan efisiensi biaya implementasi. Namun, kustomisasi yang terlalu luas biasanya membutuhkan keahlian teknis khusus agar sistem tetap stabil dan mudah dikelola dalam jangka panjang.
4. Microsoft Dynamics 365 Business Central

Microsoft Dynamics 365 Business Central adalah solusi ERP berbasis cloud yang terintegrasi erat dengan ekosistem Microsoft, seperti Office 365 dan Power BI. Pendekatan ini memberikan pengalaman pengguna yang familiar serta kemudahan akses data keuangan dan operasional secara real-time.
Kelebihan utamanya terletak pada kemudahan penggunaan dan skalabilitas sistem di lingkungan cloud. Namun, untuk kebutuhan manufaktur yang sangat spesifik atau kompleks, perusahaan mungkin perlu mempertimbangkan add-on tambahan agar sistem benar-benar selaras dengan proses produksi yang dijalankan.
5. Oracle NetSuite

Oracle NetSuite juga merupakan salah satu pemain utama di ranah cloud ERP dengan cakupan sistem yang sangat luas. Solusi ini dirancang untuk mendukung integrasi penuh antar fungsi bisnis, termasuk keuangan, manufaktur, dan supply chain, bahkan dalam lingkungan multi-site dan operasional lintas negara.
Kekuatan NetSuite terletak pada kedalaman fitur dan skalabilitasnya. Namun, di sisi lain, biaya lisensi dan implementasinya relatif lebih tinggi, serta tingkat kompleksitas sistem menuntut perencanaan dan kesiapan internal yang matang agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Tips Implementasi Software Akuntansi Manufaktur
Keberhasilan implementasi software akuntansi manufaktur tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang dipilih, tetapi juga oleh kesiapan proses dan tim yang menjalankannya.
Beberapa praktik terbaik yang perlu diperhatikan antara lain:
- Menetapkan tujuan bisnis yang jelas sejak awal agar implementasi memiliki arah yang terukur.
- Melibatkan tim keuangan dan produksi dalam proses seleksi dan perancangan sistem.
- Membersihkan dan memvalidasi data sebelum migrasi untuk menjaga akurasi sistem.
- Melakukan pelatihan secara bertahap dan berulang sesuai peran pengguna.
- Memanfaatkan fase implementasi untuk menyederhanakan dan memperbaiki proses bisnis.
Dengan pendekatan yang tepat, implementasi tidak hanya berjalan lebih lancar, tetapi juga memastikan sistem benar-benar memberikan nilai jangka panjang bagi operasional dan pelaporan keuangan perusahaan.
Baca juga: 10 Software Manufaktur Terbaik di Indonesia 2026

Kesimpulan
Software akuntansi manufaktur yang tepat berperan sebagai fondasi utama dalam mengelola biaya produksi, persediaan, dan laporan keuangan secara terintegrasi. Dengan sistem yang dirancang khusus untuk proses manufaktur, perusahaan memperoleh visibilitas biaya yang lebih jelas serta dasar pengambilan keputusan yang lebih akurat.
Jika operasional keuangan masih bergantung pada proses manual, tantangannya bukan pada tim, melainkan pada keterbatasan sistem yang digunakan. Oleh karena itu, langkah efektif adalah meninjau kembali proses akuntansi manufaktur saat ini, mengidentifikasi titik paling rawan, dan memilih solusi yang selaras dengan kebutuhan bisnis.
Hubungi kami untuk berdiskusi lebih lanjut dan mendapatkan panduan dalam mengevaluasi serta mengimplementasikan software akuntansi manufaktur yang tepat untuk perusahaan Anda!
