First-In First-Out (FIFO): Definisi, Manfaat, Cara Kerja, dan Contohnya
Metode FIFO semakin dipandang sebagai pendekatan strategis dalam pengelolaan persediaan yang menuntut ketepatan, kecepatan, dan kontrol kualitas di tengah dinamika rantai pasok modern. Dalam praktik bisnis yang bergerak cepat, memastikan barang yang lebih dulu masuk dikeluarkan terlebih dahulu mampu membantu perusahaan mempertahankan kualitas produk, menekan potensi penumpukan stok lama, serta menjaga stabilitas operasional di berbagai sektor, mulai dari manufaktur hingga retail dan distribusi.
Penerapan metode ini sering menjadi penentu keberhasilan perusahaan dalam menjaga efisiensi gudang, akurasi pencatatan stok, hingga efektivitas pelaporan keuangan yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya kompleksitas proses logistik dan kebutuhan terhadap transparansi data real time, perusahaan mulai menempatkan teknologi sebagai elemen penting untuk mendukung penerapan FIFO secara konsisten.
Apa itu Metode FIFO?
Metode FIFO (First In, First Out) adalah pendekatan dalam pengelolaan persediaan di mana barang atau bahan yang pertama kali masuk ke dalam gudang atau sistem akan menjadi barang yang pertama kali keluar untuk digunakan atau dijual. Metode ini tidak hanya digunakan sebagai prinsip fisik dalam rotasi stok, tetapi juga sebagai teknik penilaian persediaan dalam akuntansi, di mana harga barang yang lebih lama dicatat terlebih dahulu sebagai biaya penjualan (COGS).
Manfaat Metode FIFO untuk Inventory
Manfaat metode FIFO bagi manajemen inventory sangat beragam, mulai dari menjaga kualitas produk hingga mempermudah perhitungan keuangan perusahaan. Dengan menerapkan FIFO, perusahaan dapat mengurangi risiko barang kadaluarsa, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan informasi persediaan yang lebih akurat untuk pengambilan keputusan strategis.
- Menjaga kesegaran dan kualitas produk
Barang yang masuk lebih dahulu akan keluar lebih dulu, sehingga risiko penumpukan stok lama, dead stock atau kadaluarsa dapat diminimalkan, terutama untuk produk makanan, farmasi, atau barang dengan umur simpan terbatas. - Meningkatkan efisiensi operasional
Dengan rotasi stok yang jelas, pekerja gudang dapat lebih mudah mengatur pengambilan barang, mengurangi kesalahan pengiriman, dan mempercepat proses distribusi. - Membantu perhitungan keuangan yang lebih akurat
Dalam akuntansi, FIFO memungkinkan pencatatan COGS berdasarkan harga persediaan lama, sehingga laporan laba rugi dan nilai persediaan di neraca menjadi lebih representatif. - Mengurangi risiko kerugian akibat barang usang atau kadaluarsa
FIFO mendorong penggunaan barang lebih cepat sehingga potensi kerugian finansial karena barang tidak terjual atau rusak dapat diminimalkan. - Mempermudah audit dan pelacakan persediaan
Dengan alur yang jelas, metode ini memudahkan proses audit, pemantauan batch, dan pelacakan produk, sehingga compliance terhadap regulasi industri dapat lebih mudah dipenuhi.
Cara kerja FIFO dalam praktik operasional
Cara kerja FIFO dalam praktik operasional mencakup proses pengelolaan persediaan mulai dari penerimaan barang hingga pengeluaran untuk produksi atau penjualan, dengan prinsip bahwa barang yang pertama masuk adalah yang pertama keluar. Penerapan FIFO di lapangan tidak hanya sekadar aturan akuntansi, tetapi juga prosedur fisik dan sistematis yang memerlukan pengaturan gudang, pencatatan data, dan koordinasi antar departemen.
1. Penerimaan dan pencatatan barang masuk
Setiap barang yang diterima dicatat dengan informasi tanggal masuk, batch/lot, dan lokasi penyimpanan. Informasi ini menjadi dasar untuk menentukan urutan pengeluaran barang. Sistem ERP atau WMS biasanya digunakan untuk mencatat data ini secara real-time, sehingga meminimalkan risiko human error.
2. Pengaturan lokasi penyimpanan
Barang yang lebih dulu masuk ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau untuk pengeluaran pertama. Barang baru biasanya diletakkan di belakang atau di lokasi terpisah agar tidak tercampur dengan stok lama. Tata letak gudang yang mendukung FIFO sangat penting, misalnya menggunakan rak bertingkat, conveyor, atau sistem rotasi batch.
3. Pengeluaran barang (picking dan distribusi)
Saat ada permintaan produksi atau penjualan, staf gudang mengambil barang dari stok yang paling lama berada di gudang terlebih dahulu. Ini memastikan bahwa barang lama digunakan lebih dulu dan mengurangi risiko kadaluarsa atau penurunan kualitas. Sistem barcode atau RFID dapat mempercepat proses picking sekaligus mencatat pergerakan barang secara otomatis.
4. Pemantauan dan pelacakan stok
FIFO membutuhkan pengawasan rutin agar urutan rotasi stok tetap sesuai prosedur. Pengecekan batch, tanggal kadaluarsa, dan jumlah stok yang tersedia dilakukan secara periodik. Hal ini membantu mencegah kesalahan pengambilan barang baru lebih dulu, serta mempermudah audit internal maupun eksternal.
5. Integrasi dengan laporan keuangan
Barang yang keluar dicatat sesuai metode FIFO untuk menentukan COGS (Cost of Goods Sold) dalam laporan keuangan. Dengan catatan yang akurat, perusahaan dapat menghasilkan laporan laba rugi dan neraca yang mencerminkan nilai persediaan dan biaya produksi dengan tepat.
Secara keseluruhan, FIFO dalam praktik operasional adalah kombinasi antara manajemen fisik gudang, pencatatan digital, dan kontrol kualitas yang terintegrasi, sehingga proses rotasi barang lebih efisien dan risiko kerugian akibat stok lama dapat diminimalkan.
Baca juga: Inventory Valuation: Pengertian, Metode dan Contohnya
FIFO sebagai Metode Inventory Valuation
FIFO sebagai metode inventory valuation merupakan pendekatan akuntansi di mana persediaan yang pertama kali dibeli atau diproduksi dianggap sebagai persediaan yang pertama kali dijual atau digunakan. Dalam praktiknya, hal ini berarti biaya barang lama dicatat terlebih dahulu sebagai Cost of Goods Sold (COGS), sementara persediaan yang lebih baru tetap tercatat di neraca dengan harga perolehan terkini.
Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai nilai persediaan saat harga barang cenderung naik, karena stok terbaru yang masih ada di gudang merefleksikan biaya pengadaan yang lebih tinggi. Selain itu, metode FIFO membantu perusahaan menghindari undervaluation persediaan, mempermudah analisis profitabilitas, dan memastikan laporan keuangan tetap konsisten dengan prinsip kehati-hatian dan standar akuntansi yang berlaku.
Baca juga: Inventory Turnover Ratio: Rumus, Faktor dan Cara Menghitungnya
Perbandingan FIFO vs LIFO vs FEFO vs Average Cost
berbagai metode penilaian dan rotasi stok digunakan untuk menyesuaikan strategi operasional dan akuntansi perusahaan. FIFO (First In, First Out), LIFO (Last In, First Out), FEFO (First Expired, First Out), dan Average Cost masing-masing memiliki pendekatan berbeda dalam menentukan urutan pengeluaran barang dan perhitungan nilai persediaan. Memahami perbedaan ini penting untuk memilih metode yang paling sesuai dengan karakteristik produk, dinamika harga, dan tujuan finansial perusahaan.
| Metode | Prinsip Pengeluaran Barang | Cocok untuk Produk | Dampak pada Laporan Keuangan | Kelebihan Utama | Kekurangan Utama |
|---|---|---|---|---|---|
| FIFO | Barang pertama masuk keluar pertama | Produk dengan umur simpan terbatas (makanan, farmasi, kosmetik) | Stok terbaru tercatat di neraca, COGS lebih lama | Menjaga kesegaran stok, akurat untuk valuasi persediaan | Bisa tidak mencerminkan biaya terbaru saat harga naik |
| LIFO | Barang terakhir masuk keluar pertama | Produk non-perishable atau ketika ingin mencocokkan biaya terbaru | COGS mencerminkan harga terbaru, stok lama tetap | Cocok saat harga naik untuk mengurangi laba kena pajak | Risiko stok lama menumpuk, kurang cocok untuk produk mudah rusak |
| FEFO | Barang dengan tanggal kedaluwarsa paling dekat keluar pertama | Produk dengan masa simpan terbatas (farmasi, makanan) | Fokus pada kualitas dan keamanan produk, COGS bisa bervariasi | Meminimalkan kerugian akibat kadaluarsa, menjaga kualitas | Membutuhkan tracking batch dan tanggal kadaluarsa yang akurat |
| Average Cost | Nilai persediaan dihitung rata-rata biaya seluruh stok | Produk homogen atau volume besar | Stok dan COGS lebih stabil, fluktuasi harga lebih terkendali | Sederhana dan konsisten, mudah diterapkan | Tidak menekankan rotasi fisik, kurang ideal untuk produk perishable |
Contoh Perhitungan FIFO
Dengan ilustrasi angka nyata, konsep barang pertama masuk keluar pertama menjadi lebih jelas dan mudah diikuti. Contoh ini juga menunjukkan bagaimana FIFO memengaruhi perhitungan COGS serta nilai persediaan yang tersisa di gudang.
Sebuah perusahaan menerima persediaan barang selama bulan Desember sebagai berikut:
| Tanggal Masuk | Jumlah Barang | Harga Perunit |
|---|---|---|
| 1 Desember | 100 | Rp. 10.000 |
| 2 Desember | 150 | Rp. 12.000 |
| 10 Desember | 200 | Rp. 11.000 |
Langkah Perhitungan FIFO:
- Ambil barang yang masuk lebih dulu
- Dari stok 1 Desember: 100 unit × Rp10.000 = Rp1.000.000
- Lanjutkan ke stok berikutnya hingga jumlah terjual terpenuhi
- Dari stok 5 Desember: 150 unit × Rp12.000 = Rp1.800.000
- Jumlah COGS (Cost of Goods Sold)
- Rp1.000.000 + Rp1.800.000 = Rp2.800.000
Baca Juga: Inventory Record: Fungsi, Komponen dan Teknologinya
Teknologi yang Mendukung Sistem FIFO
Teknologi tidak hanya membantu memastikan rotasi stok berjalan sesuai prinsip FIFO, tetapi juga meminimalkan kesalahan manusia, meningkatkan akurasi pencatatan, serta mempercepat proses pengambilan dan pengeluaran barang. Dengan integrasi sistem digital, perusahaan dapat memantau pergerakan barang secara real-time, melacak batch dan tanggal kadaluarsa, serta menghasilkan laporan persediaan yang akurat untuk pengambilan keputusan strategis.
- Sistem ERP (Enterprise Resource Planning)
ERP memungkinkan integrasi seluruh data persediaan dengan modul keuangan, produksi, dan distribusi, sehingga alur FIFO dapat diterapkan secara otomatis dan tercatat secara akurat. - Warehouse Management System (WMS)
WMS membantu mengatur tata letak gudang, mengoptimalkan rotasi stok, dan mempermudah proses picking dengan prinsip FIFO, termasuk penggunaan lokasi khusus untuk stok lama dan baru. - Software Inventory Management
Software Inventory Management fokus pada pengelolaan persediaan harian, memantau jumlah stok, tanggal masuk, dan rotasi barang. Banyak software modern menyediakan fitur otomatisasi FIFO, alert stok kadaluarsa, dan integrasi dengan sistem ERP/WMS. - Barcode dan RFID
Dengan teknologi barcode atau RFID, setiap barang dapat dilacak berdasarkan tanggal masuk, batch, dan lokasi penyimpanan. Hal ini mempercepat proses scanning, mengurangi human error, dan memastikan stok lama digunakan terlebih dahulu. - Batch & Lot Tracking
Sistem ini sangat penting terutama untuk produk dengan tanggal kedaluwarsa, seperti makanan, farmasi, dan kosmetik. Setiap batch atau lot dicatat sehingga pengeluaran barang bisa dilakukan sesuai prinsip FIFO atau FEFO jika diperlukan. - Dashboard dan Reporting Real-Time
Teknologi modern menyediakan tampilan dashboard yang memantau pergerakan barang, level stok, dan rotasi persediaan secara real-time. Laporan ini membantu manajemen mengambil keputusan cepat dan tepat terkait produksi, pengadaan, dan distribusi.
Brand ERP yang Mendukung Sistem FIFO
Penerapan sistem FIFO menjadi lebih efektif dengan dukungan software ERP yang tepat. Berbagai brand ERP menawarkan kemampuan otomatisasi stok, integrasi modul keuangan dan logistik, serta pelacakan batch atau lot secara real-time sehingga rotasi stok dapat dijalankan secara konsisten. Beberapa ERP unggulan tidak hanya mendukung prinsip FIFO, tetapi juga memberikan fitur tambahan yang mempermudah analisis data, manajemen gudang, dan optimisasi rantai pasok.
- Acumatica
Acumatica menyediakan modul inventory management yang terintegrasi dengan keuangan dan distribusi, memungkinkan rotasi stok FIFO dilakukan secara otomatis. Keunggulannya terletak pada fleksibilitas cloud-based, user-friendly interface, serta kemampuan real-time tracking untuk batch dan lot, sehingga perusahaan dapat memantau pergerakan barang dengan akurat. - SAP S/4HANA
SAP S/4HANA menawarkan sistem ERP berbasis in-memory yang mampu menangani volume data persediaan besar secara cepat dan efisien. Kelebihannya adalah integrasi end-to-end dengan modul produksi, procurement, dan warehouse, serta analitik canggih untuk perencanaan stok dan optimisasi FIFO, cocok untuk perusahaan berskala menengah hingga besar. - Oracle NetSuite
NetSuite menyediakan inventory management berbasis cloud dengan fitur FIFO otomatis, batch tracking, dan reporting real-time. Kelebihan NetSuite adalah kemampuannya untuk mendukung multi-lokasi gudang dan integrasi dengan modul keuangan serta e-commerce, membuat pengelolaan stok lebih efisien. - Microsoft Dynamics 365
Dynamics 365 memiliki modul warehouse dan inventory yang memungkinkan penerapan FIFO secara sistematis, termasuk pengaturan batch dan lot. Kelebihannya adalah integrasi yang seamless dengan ekosistem Microsoft lainnya dan fleksibilitas konfigurasi sesuai kebutuhan bisnis. - Infor CloudSuite
Infor CloudSuite membantu perusahaan mengelola stok, melakukan rotasi FIFO, dan melacak batch secara otomatis. Keunggulannya adalah interface modern yang memudahkan pengguna, serta analytics untuk optimisasi persediaan dan pengambilan keputusan berbasis data.

Kesimpulan
Penerapan metode FIFO dalam manajemen persediaan bukan sekadar prinsip akuntansi atau aturan fisik gudang, tetapi strategi penting yang membantu perusahaan menjaga kualitas produk, meningkatkan efisiensi operasional, serta memastikan akurasi pencatatan keuangan. Dengan dukungan teknologi modern seperti ERP, WMS, software inventory management, barcode/RFID, dan batch tracking, rotasi stok dapat dijalankan secara konsisten, meminimalkan risiko kerugian akibat barang kadaluarsa, dan mempermudah pelacakan persediaan.
Untuk memastikan implementasi FIFO dan teknologi pendukungnya berjalan optimal, memilih software ERP yang tepat menjadi kunci. Platform seperti Acumatica, SAP S/4HANA, Oracle NetSuite, Microsoft Dynamics 365, atau Infor CloudSuite menawarkan berbagai fitur untuk mempermudah manajemen persediaan dan rotasi stok. Jika Anda ingin menemukan solusi ERP yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda, Review-ERP dapat menjadi mitra konsultasi yang membantu menilai dan memilih software ERP terbaik sehingga transformasi manajemen persediaan dapat berjalan lebih efisien dan strategis.
