Mengenal Frist-Expired-First-Out (FEFO), Manfaat, dan Langkah-Langkahnya
First-Expired-First-Out (FEFO) menjadi salah satu pendekatan penting dalam pengelolaan persediaan yang menekankan urutan penggunaan atau penjualan produk berdasarkan tanggal kedaluwarsanya. Penerapan prinsip ini semakin krusial di era bisnis modern, di mana konsumen menuntut produk yang selalu segar dan aman, sementara perusahaan menghadapi risiko kerugian jika stok tidak dikelola dengan tepat.
Dengan memperhatikan tanggal kedaluwarsa, perusahaan dapat meminimalkan pemborosan, menjaga kualitas produk, dan tetap menjaga kepercayaan pelanggan. Selain itu, teknologi memainkan peran yang semakin signifikan dalam mendukung sistem First-Expired-First-Out (FEFO). Penggunaan perangkat lunak inventori, barcode, atau sensor canggih memungkinkan pemantauan stok secara real-time dan rotasi produk yang lebih efisien.
Apa itu First-Expired-First-Out (FEFO)?
First-Expired-First-Out (FEFO) adalah sebuah metode pengelolaan persediaan di mana produk yang memiliki tanggal kedaluwarsa paling dekat diprioritaskan untuk digunakan atau dijual terlebih dahulu. Dengan kata lain, barang yang akan segera kadaluwarsa ditempatkan di posisi yang mudah diakses atau dijual lebih awal, sehingga risiko kerugian akibat produk kadaluwarsa dapat diminimalkan.
Tujuan dan Manfaat FEFO
Secara keseluruhan, penerapan FEFO memiliki dampak yang cukup signifikan bagi efisiensi operasional dan kualitas produk dalam bisnis. Metode ini tidak hanya membantu perusahaan mengurangi risiko kerugian akibat produk kadaluwarsa, tetapi juga mendukung kelancaran rantai pasok dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
Selain itu, FEFO memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih tepat terkait stok dan distribusi produk, sehingga operasi perusahaan menjadi lebih terkontrol dan terencana. Berikut beberapa tujuan dan manfaat FEFO:
- Meminimalkan kerugian akibat produk kadaluwarsa
Dengan memprioritaskan penggunaan atau penjualan produk yang akan segera kedaluwarsa, perusahaan dapat mengurangi jumlah barang yang harus dibuang atau dijual dengan diskon besar. - Menjaga kualitas dan keamanan produk
FEFO memastikan konsumen menerima produk yang masih segar atau aman, sehingga reputasi perusahaan dan kepuasan pelanggan tetap terjaga. - Meningkatkan efisiensi manajemen stok
Penataan barang berdasarkan tanggal kedaluwarsa membantu perusahaan mengelola stok dengan lebih sistematis dan menghindari penumpukan produk yang kurang bergerak. - Mendukung perencanaan produksi dan distribusi
Dengan pemantauan tanggal kedaluwarsa, perusahaan dapat merencanakan produksi baru atau distribusi ke outlet dengan lebih akurat, sehingga rantai pasok berjalan lebih lancar.
Baca Juga: Stock Replenishment: Peran, Jenis, Faktor dan Proses Alurnya
Kapan dan Dimana FEFO Diterapkan?
FEFO umumnya diterapkan pada produk yang memiliki tanggal kedaluwarsa jelas dan terbatas, seperti makanan segar, minuman, obat-obatan, dan kosmetik. Metode ini paling efektif digunakan di industri retail, farmasi, distribusi cold chain, serta manufaktur makanan dan minuman, di mana kualitas dan keamanan produk menjadi prioritas utama.
Penerapan FEFO juga sangat berguna di gudang dan pusat distribusi, karena memungkinkan perusahaan untuk mengatur rotasi stok secara sistematis sehingga produk yang mendekati masa kedaluwarsa bisa lebih cepat didistribusikan atau dijual. Selain itu, FEFO sering didukung oleh teknologi seperti sistem inventori, barcode, atau sensor canggih, yang mempermudah pemantauan stok secara real-time dan mengurangi risiko kesalahan dalam pengelolaan persediaan.
Baca juga: 8 Software Inventory Management Terbaik di Indonesia 2025
Langkah-Langkah Implementasi FEFO
Implementasi FEFO (First-Expired-First-Out) bukan sekadar mengatur persediaan berdasarkan tanggal kedaluwarsa, melainkan strategi yang memastikan kualitas produk tetap terjaga dan risiko kerugian akibat barang kadaluarsa diminimalkan.
Penerapan FEFO membutuhkan koordinasi yang baik antara sistem manajemen persediaan, prosedur operasional, dan pelatihan staf agar proses berjalan konsisten dan efektif. Berikut langkah-langkah implementasi FEFO:

- Identifikasi Produk dengan Tanggal Kedaluwarsa
Mulailah dengan memetakan semua produk yang memiliki tanggal kedaluwarsa, termasuk bahan baku, barang setengah jadi, maupun produk jadi. Penandaan yang jelas pada kemasan atau label sangat penting agar stok mudah dikenali dan diurutkan sesuai tanggal kedaluwarsa. - Klasifikasi dan Penandaan Stok
Gunakan sistem penandaan seperti barcode, RFID, atau label warna untuk membedakan tanggal kedaluwarsa setiap batch. Hal ini mempermudah staf gudang untuk mengambil produk yang akan segera kadaluarsa terlebih dahulu. - Pengaturan Penyimpanan
Susun produk di rak atau area penyimpanan sedemikian rupa sehingga barang yang lebih cepat kedaluwarsa ditempatkan di depan, sedangkan yang memiliki tanggal lebih lama berada di belakang. Aturan ini memudahkan pengambilan dan meminimalkan risiko kesalahan pengeluaran. - Integrasi dengan Sistem Manajemen Persediaan (Inventory System)
Sistem ERP atau software manajemen gudang harus mampu mencatat tanggal kedaluwarsa setiap item, memonitor stok secara real-time, dan memberikan peringatan jika barang mendekati masa kadaluarsa. Ini memastikan pengambilan stok selalu mengikuti prinsip FEFO secara konsisten. - Pelatihan dan SOP Staf
Karyawan gudang perlu dilatih untuk memahami prosedur FEFO, termasuk pengecekan tanggal kedaluwarsa, pengaturan stok, dan pencatatan di sistem. SOP (Standard Operating Procedure) yang jelas membantu menjaga konsistensi penerapan FEFO. - Pemantauan dan Evaluasi Rutin
Lakukan audit berkala untuk memastikan stok yang dikeluarkan sesuai FEFO, mengevaluasi efektivitas penyimpanan, dan mengidentifikasi potensi risiko waste. Pemantauan rutin membantu perusahaan menyesuaikan strategi jika terjadi perubahan pola permintaan atau pengiriman.
Selain FEFO, perusahaan juga bisa mempertimbangkan metode FIFO (First-In-First-Out) untuk produk yang tidak memiliki tanggal kedaluwarsa kritis, sehingga stok yang lebih lama tetap diprioritaskan keluar terlebih dahulu. Metode LIFO (Last-In-First-Out) kadang digunakan dalam situasi tertentu, misalnya saat harga bahan baku fluktuatif, meskipun tidak ideal untuk produk dengan masa kadaluarsa.
Baca juga: 8 Software Warehouse Management Terbaik di Indonesia 2025
Teknologi dalam Penerapan FEFO
Dengan dukungan sistem digital, perusahaan dapat memantau tanggal kedaluwarsa setiap item secara real-time, mengatur pengeluaran stok dengan tepat, serta mendapatkan peringatan dini untuk barang yang mendekati masa kadaluarsa.
Hal ini memungkinkan efisiensi operasional lebih tinggi dan risiko kerugian akibat produk kadaluarsa dapat ditekan secara signifikan. Beberapa teknologi yang umum digunakan dalam penerapan FEFO antara lain:
- Sistem Manajemen Persediaan (Inventory Management System / IMS)
Sistem ini mampu mencatat setiap batch produk beserta tanggal kedaluwarsanya, memantau stok secara real-time, dan membantu staf gudang dalam mengambil produk sesuai prinsip FEFO. Banyak IMS modern sudah dilengkapi dashboard visual yang menampilkan produk yang mendekati tanggal kadaluarsa sehingga pengambilan bisa lebih cepat dan tepat. - ERP (Enterprise Resource Planning) dengan Modul Warehouse/Inventory
ERP memungkinkan integrasi data antara gudang, produksi, dan distribusi. Dengan modul persediaan yang mendukung FEFO, sistem dapat otomatis mengarahkan pengambilan barang yang akan segera kadaluarsa, serta menyediakan laporan analitik untuk evaluasi dan perencanaan persediaan. - Barcode dan QR Code
Penandaan produk dengan barcode atau QR code memungkinkan pemindaian cepat saat penerimaan maupun pengeluaran barang. Sistem ini memastikan setiap batch tercatat dengan akurat, meminimalkan human error, dan mempercepat proses picking sesuai FEFO. - RFID (Radio Frequency Identification)
RFID memberikan kemampuan pelacakan stok secara otomatis tanpa harus memindai satu per satu. Dengan sensor RFID, staf gudang dapat mengetahui lokasi dan tanggal kedaluwarsa barang secara real-time, sehingga pengambilan barang yang akan segera kadaluarsa lebih efisien.

Kesimpulan
Penerapan metode First-Expired-First-Out (FEFO) menjadi langkah strategis bagi perusahaan yang mengelola produk dengan masa simpan terbatas, karena membantu menjaga kualitas produk sekaligus menekan potensi kerugian akibat kedaluwarsa. Melalui pengelolaan stok yang terstruktur, penandaan yang jelas, serta dukungan prosedur operasional yang konsisten, FEFO mendorong efisiensi rantai pasok dan meningkatkan keandalan proses distribusi. Ketika diterapkan secara tepat, metode ini tidak hanya berdampak pada pengendalian persediaan, tetapi juga berkontribusi pada kepuasan pelanggan dan reputasi bisnis dalam jangka panjang.
Namun, efektivitas FEFO sangat bergantung pada dukungan teknologi yang digunakan dalam operasional sehari-hari. Sistem inventory dan ERP yang tepat mampu membantu perusahaan memantau tanggal kedaluwarsa secara real-time, mengotomatiskan proses pengeluaran stok, serta menyediakan data analitik untuk pengambilan keputusan yang lebih akurat.
Jika Anda ingin memastikan penerapan FEFO berjalan optimal dan sesuai dengan kebutuhan bisnis, berkonsultasi dengan Review ERP dapat menjadi langkah awal yang tepat untuk membantu Anda memilih software ERP yang paling sesuai dengan skala, industri, dan proses operasional perusahaan Anda.
