Apa Itu Cost of Goods Sold (COGS)?
Dalam laporan laba rugi, tidak ada angka yang lebih menentukan kesehatan operasional selain Cost of Goods Sold (COGS).
Angka ini menentukan laba kotor, memengaruhi strategi harga, dan secara langsung mencerminkan efisiensi rantai nilai perusahaan. Namun ironisnya, COGS juga menjadi salah satu komponen yang paling sering disalahpahami, salah diklasifikasikan, atau dihitung dengan data yang tidak utuh.
Tanpa pemahaman yang tepat, COGS berubah dari alat pengambilan keputusan menjadi sumber distorsi yang berbahaya bagi strategi bisnis.
Apa Itu COGS?
COGS, atau Cost of Goods Sold, yang dalam praktik akuntansi di Indonesia dikenal sebagai Harga Pokok Penjualan (HPP), adalah total biaya langsung yang dikeluarkan perusahaan untuk menghasilkan barang atau jasa yang telah terjual dalam satu periode akuntansi. Angka ini merepresentasikan biaya inti yang melekat pada setiap produk yang dijual atau layanan yang ditagihkan kepada pelanggan.
COGS atau HPP hanya mencakup biaya yang berhubungan langsung dengan proses produksi atau penyediaan jasa. Biaya operasional seperti sewa kantor, gaji staf administrasi, dan pemasaran tidak termasuk di dalamnya karena tidak berkaitan langsung dengan volume penjualan. Oleh karena itu, COGS menjadi indikator dasar untuk menilai efisiensi operasional sebelum mempertimbangkan struktur biaya lainnya.
Baca juga: COGM (Cost of Goods Manufactured): Komponen, Rumus dan Teknologinya
Apa Saja Komponen Penyusun COGS?
COGS mencerminkan efisiensi operasional bisnis Anda. Ketika angkanya meningkat, penyebabnya jarang bersifat administratif. Biasanya ada persoalan nyata di balik proses produksi, mulai dari pemborosan bahan baku hingga proses kerja yang tidak efisien.
Secara umum, COGS atau HPP terdiri dari tiga komponen utama:
- Bahan baku (Inventory): Material utama yang digunakan untuk menghasilkan produk atau menyediakan jasa, seperti kayu pada furnitur, tepung pada roti, atau komponen elektronik.
- Tenaga kerja langsung (Direct Labour Cost): Biaya tenaga kerja yang terlibat langsung dalam proses produksi atau penyediaan jasa, termasuk operator, teknisi, perakit, atau tenaga profesional yang mengerjakan layanan.
- Overhead: Biaya pendukung yang tetap terkait langsung dengan aktivitas produksi, seperti listrik di area produksi, penyusutan mesin, dan perawatan peralatan.
Prinsip klasifikasinya sederhana. Jika suatu biaya berhubungan langsung dengan proses produksi atau penyediaan jasa, maka biaya tersebut termasuk COGS. Jika tidak, maka ia tergolong biaya operasional.
Bagaimana Cara Menghitung COGS?
Secara konsep, menghitung COGS sebenarnya sederhana. Tantangannya justru muncul pada implementasi, terutama ketika data persediaan dan pembelian tidak tercatat secara konsisten. Rumus dasarnya adalah sebagai berikut:
COGS = Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir
Untuk memahami perhitungan ini dengan benar, setiap komponennya perlu didefinisikan secara jelas, yaitu:
- Persediaan Awal: Nilai persediaan barang dagangan, bahan baku, atau barang dalam proses yang tersedia di awal periode akuntansi. Angka ini berasal dari saldo persediaan pada akhir periode sebelumnya.
- Pembelian Bersih: Total pembelian bahan baku atau barang dagangan setelah disesuaikan. Komponen ini mencakup harga beli, biaya angkut pembelian, dan bea masuk, serta dikurangi retur atau diskon pembelian yang diterima.
- Persediaan Akhir: Nilai persediaan yang masih tersisa di gudang pada akhir periode akuntansi. Akurasi angka ini sangat menentukan ketepatan perhitungan COGS.
Perhitungan COGS yang akurat sangat bergantung pada ketertiban pencatatan persediaan dan pembelian. Untuk mempermudah, banyak perusahaan kini mulai mengandalkan sistem terintegrasi untuk memastikan data tercatat secara konsisten, mengurangi selisih stok, dan mempermudah perhitungan COGS secara berkelanjutan tanpa ketergantungan pada proses manual.
Contoh Sederhana Perhitungan COGS
Pak Joko memiliki bisnis manufaktur kecil yang memproduksi meja kayu.
Di awal bulan, nilai persediaan bahan baku dan barang dalam proses di gudang tercatat sebesar Rp 80 juta. Selama bulan berjalan, Pak Joko membeli kayu dan bahan pendukung senilai Rp 150 juta, termasuk biaya pengiriman.
Di akhir bulan, setelah dilakukan stok opname, nilai persediaan yang masih tersisa di gudang adalah Rp 50 juta. Maka perhitungan COGS bulan tersebut adalah:
COGS = Rp 80 juta + Rp 150 juta − Rp 50 juta = Rp 180 juta
Artinya, biaya langsung yang benar-benar dikeluarkan untuk menghasilkan meja yang terjual pada bulan tersebut adalah Rp 180 juta. Angka inilah yang akan digunakan untuk menghitung laba kotor dan mengevaluasi efisiensi operasional bisnis Pak Joko.
Apa Hubungan COGS dengan Penetapan Harga Produk?
COGS adalah dasar utama dalam menentukan harga jual. Tanpa memahami biaya pokok per unit secara akurat, bisnis berisiko menetapkan harga yang terlihat kompetitif, tetapi sebenarnya merugikan. Dalam praktiknya, banyak perusahaan merasa penjualannya tinggi, namun margin terus tergerus karena harga jual tidak benar-benar mencerminkan biaya yang dikeluarkan.
Dengan COGS yang akurat, penetapan harga menjadi keputusan strategis yang menguntungkan. Secara praktis, COGS membantu Anda untuk:
- Menetapkan harga jual yang sehat: Setiap produk atau layanan dijual dengan margin yang mampu menutup biaya langsung dan mendukung laba.
- Mengendalikan diskon dan promosi: Anda mengetahui batas aman diskon tanpa mengorbankan profitabilitas.
- Mengevaluasi kinerja produk: Produk dengan COGS terlalu tinggi dapat segera diidentifikasi untuk diperbaiki atau dihentikan.
Singkatnya, COGS memastikan bahwa pertumbuhan penjualan benar-benar diikuti oleh pertumbuhan keuntungan, bukan sekadar peningkatan volume.
Apa Saja Kesalahan Umum dalam Perhitungan COGS?
Kesalahan dalam perhitungan COGS umumnya tidak terjadi karena niat buruk, melainkan karena proses yang kurang rapi, pencatatan manual, atau pemahaman yang belum menyeluruh. Berikut beberapa kesalahan yang paling sering ditemui di banyak perusahaan:
- Salah klasifikasi biaya: Biaya operasional seperti pemasaran atau administrasi dimasukkan ke COGS, atau biaya produksi justru terlewat. Prinsipnya, hanya biaya yang terkait langsung dengan produksi atau penyediaan jasa yang masuk ke COGS.
- Metode penilaian persediaan tidak konsisten: Penggunaan FIFO, LIFO, atau metode rata-rata yang berubah-ubah membuat angka COGS sulit dianalisis dan dibandingkan antar periode.
- Biaya langsung tidak tercatat lengkap: Ongkos kirim pembelian, bea masuk, atau biaya persiapan produksi sering terlupakan, padahal berdampak langsung pada biaya pokok.
- Data stok tidak akurat: Selisih antara stok fisik dan catatan sistem akan langsung memengaruhi persediaan akhir dan menghasilkan perhitungan COGS yang menyesatkan.
Sebagian besar kesalahan ini dapat dikurangi melalui pencatatan yang lebih disiplin, review berkala, dan penggunaan sistem yang membantu menjaga konsistensi data tanpa ketergantungan berlebihan pada proses manual.
Bagaimana Cara Mengelola COGS?
Di banyak perusahaan, COGS masih dikelola secara manual melalui spreadsheet dan pencatatan terpisah. Cara ini mungkin masih terasa cukup di tahap awal, tetapi seiring bertambahnya volume transaksi dan kompleksitas bisnis Anda, risiko kesalahan mulai meningkat. Selisih stok, keterlambatan closing, dan angka COGS yang sulit ditelusuri biasanya muncul bukan karena rumus yang salah, melainkan karena data yang tidak tercatat secara konsisten.
Karena itu, semakin banyak perusahaan mulai menggunakan software akuntansi atau ERP untuk mengelola COGS secara terintegrasi. Dengan sistem yang menghubungkan pembelian, persediaan, produksi, dan akuntansi, setiap pergerakan barang dan biaya tercatat otomatis. Hasilnya, perhitungan COGS menjadi lebih akurat, konsisten antar periode, dan dapat dianalisis dengan lebih cepat, sehingga tim keuangan dapat fokus pada pengambilan keputusan, bukan sekadar rekonsiliasi data.
Baca juga: 10 Software ERP Terbaik di Indonesia 2025

Siap Membuat COGS Lebih Mudah dan Lebih Jelas?
Mengelola COGS bukan lagi sekadar kewajiban akuntansi, melainkan kebutuhan strategis yang membedakan bisnis yang tumbuh sehat dari yang stagnan. Dari pengalaman mendampingi berbagai perusahaan, keputusan yang tepat hampir selalu berawal dari satu hal yang sama, yaitu pemahaman yang utuh terhadap angka COGS. Tanpa itu, COGS hanya akan menjadi angka di laporan keuangan, tanpa cerita dan tanpa arah.
Setelah memahami peran penting COGS, pertanyaan berikutnya sederhana. Apakah sistem Anda saat ini sudah mampu memberikan visibilitas COGS yang akurat dan mudah ditelusuri? Atau tim Anda masih menghabiskan waktu dengan rekonsiliasi manual dan spreadsheet yang menyulitkan analisis?
Jika masih banyak ketidakpastian, mungkin ini saat yang tepat untuk meninjau kembali cara Anda mengelola data keuangan. Menggunakan sistem yang terintegrasi bukan sekadar soal mengganti alat, tetapi tentang membangun fondasi pengambilan keputusan yang lebih cepat, lebih rapi, dan lebih berkelanjutan.
Ingin tahu apakah sistem Anda sudah siap mendukung pengelolaan COGS yang lebih efisien? Hubungi kami untuk diskusi awal dan evaluasi kebutuhan bisnis Anda!
